Senin, 08 Mei 2017

Cerita Ngesex Terbaru Jadi Pemuas Nafsu Ibu Kost

Cerita Ngesex Terbaru Jadi Pemuas Nafsu Ibu Kost

Cerita Ngesex Terbaru Jadi Pemuas Nafsu Ibu Kost, Sudah hampir setahun Sandy tinggal di tempat kost bu Anna. Bisa tinggal di tempat kost ini awalnya secara tidak sengaja ketemu bu Anna di pasar. Waktu itu bu Anna kecopetan, trus teriak dan kebetulan Sandy yang ikut menolong menangkap copet dan mengembalikan dompet bu Anna.

Trus ngobrol sebentar, kebetulan Sandy lagi cari tempat kost yang baru dan bu Anna mengatakan dia punya tempat kost atau bisa di bilang rumah bedengan yang dikontrakkan, yah jadi deh tinggal di kost-an bu Anna.

Bu Anna lumayan baik terhadap Sandy, kelewat baik malah, karena sampai saat ini Sandy sudah telat bayar kontrak rumah 3 bulan, dan bu Anna masih adem-adem aja. Mungkin masih teringat pertolongan waktu itu. Tapi justru Sandy yang gak enak, tapi mau gimana, lha emang duit lagi seret. akhirnya Sandy lebih banyak menghindar untuk ketemu langsung dengan bu Anna.

Sampai satu hari…… waktu itu masih sore jam 4. Sandy masih tidur-tiduran dengan malasnya di kamarnya. Tempat kost itu berupa kamar tidur dan kamar mandi di dalam. Terdengar pintu kamarnya di ketok… tok..tok..tok.. lalu suara bu Anna yang manggil,”Zack…Sandy… ada di dalem gak?” Sontak Sandy bangun, wah bisa berabe kalo nanyain duit sewa kamar nie, pikir Sandy. Dengan cepat meraih handuk, pura-pura lagi mandi aja ah, ntar juga bu Anna pergi sendiri. Setelah masuk kamar mandi kembali terdengar suara bu Anna,” Sandy lagi tidur ya..?” dan dari kamar mandi Sandy menyahut sedikit teriak,” lagi mandi bu….”

Sesaat tidak ada sahutan, tapi kemudian suara bu Anna jadi dekat,”ya udah mandi aja dulu Zack, ibu tunggu di sini ya…” eh ternyata masuk ke kamar, Sandy tadi gak mengunci pintu. “busyet dah, terpaksa bener-bener harus mandi nie,”pikir Sandy.

Sekitar lima belas menit Sandy di kamar mandi, sengaja mandinya agak dilamain dengan maksud siapa tau bu Anna bosan trus gak jadi nunggu. Tapi rasanya percuma lama-lama toh bu Anna sepertinya masih menunggu. Akhirnya keluar juga Sandy dari kamar mandi, dengan hanya handuk yang melilit di pinggang, tidak pakai celana dalem lagi, maklum tadi gak sempet ambil karena terburu-buru.

Bu Anna tersenyum manis melihat Sandy yang salah tingkah,”lama juga kamu mandi ya Zack…” bu Anna membuka pembicaraan. “pasti bersih banget mandinya ya…” gurau bu Anna sambil sejenak melirik dada bidang Sandy. “ah ibu bisa aja… biasa aja kok bu.., oia ada apa ya bu..?” jawab Sandy sekenanya saja sambil mengambil duduk di pinggiran tempat tidur.

Bu Anna mendekat dan duduk di samping Sandy, “Cuma mau ngingetin aja, uang sewa kamarmu dah telat 3 bulan lho… trus mau ngobrol-ngobrol aja sama kamu, kan dah lama gak ngobrol, kamu sie pergi mlulu…”ucap bu Anna. Sandy jadi kikuk,”wahduh… kalo uang sewanya ntar aku bayar cicil boleh gak bu? Soalnya lagi seret nie…” jawab Sandy dengan sedikit memohon.

Bu Anna terlihat sedikit berpikir…”mmmm… boleh deh, tapi jangan lama-lama ya… emang uangmu di pakai untuk apa sie?” terlihat bu Anna sedikit menyelidik. “hmmm… pasti buat cewe mu ya…”dia terlihat kurang senang.

“ah nggak juga kok bu….. saya emang lagi ada keperluan,” jawab Sandy hati-hati melihat raut wajah bu Anna yang kurang senang.

“huh…laki-laki sama aja, kalo lagi ada maunya, apa aja pasti di kasih pada perempuan yang lagi di dekatinya, hhhh… sama aja dengan suamiku….”keluh bu Anna dengan nada kesal.

Waduh nampaknya bu Anna lagi marahan nie sama suaminya, jangan-jangan amarahnya ditumpahkan pula sama Sandy. Dengan cepat Sandy menjawab,”tapi saya janji kok bu, akan saya lunasi kok…”

“hhhhh….”bu Anna menghela nafas,”udahlah Zack, gak apa-apa kok, gak di bayar juga kalo buat kamu ga masalah… ibu Cuma lagi kesel aja sama suamiku, dia cuma perhatiannya sama Santi terus… aku seperti gak dianggap lagi, mentang-mentang Santi jauh lebih muda ya.”

Sedikit penjelasan bahwa bu Anna ini istri pertama dari pak Sapta, sedangkan istri keduanya bu Santi. Dan sekarang sepertinya pak Sapta lebih sering tinggal di rumahnya yang satu lagi bersama bu Santi dan bu Anna tampaknya udah mulai kesepian nie-

“wah kalo masalah keluarga sie aku kurang paham bu…. “jawab Sandy kikuk

“gak apa-apa Zack, ibu hanya mau curhat aja sama kamu… boleh kan Zack?” suara bu Anna sendu. Agak lama terdiam, terdengar tarikan nafas bu Anna terasa berat, dan sedikit sesunggukan, waduh lama-lama bisa nangis nie, gawat dong pikir Sandy.

“udah bu jangan terlalu dipikirkan, nanti juga pak Sapta kembali lagi kok, kan ibu juga gak kalah cantiknya sama bu Santi,”Sandy bermaksud menghibur.

“ah kamu Zack… emang ibu masih cantik menurutmu?” bu Anna menatap sendu ke arah Sandy, terlihat dua butir air mata mengalir di pipinya. Uhh…. ingin rasanya Sandy menghapus air mata itu, pak Sapta emang keterlaluan masa wanita cantik nan elok seperti ini dianggurin sie, coba Sandy bisa berbuat sesuatu… busyet… Sandy memaki dalam hati… “kenapa otak gwa jadi kotor gini.”

Dengan sedikit gugup Sandy menjawab,”mmm…eee…iya kok bu, ibu masih cantik, kalo masih gadis mungkin aku yang duluan tergoda.” Uupsss …. Maksud hati ingin menghibur, tapi kenapa kata-kata yang menggoda yang keluar dari mulut… gerutu Sandy dalam hati. Sandy jadi panik, jangan-jangan bu Anna marah dengan ucapan Sandy.

Tapi ternyata Sandy salah, karena bu Anna tersenyum, manis sekali dengan deretan gigi yang putih dan rapi,”ih Sandy bisa aja menghibur…. Iya juga sie, kalo masih gadis bisa aja tergoda, pantes aja suamiku gak ngelirik aku lagi, bis nya dah tua sie…” rona wajah bu Anna berubah sedih lagi,”kalo menurutmu Zack, apa ibu emang gak menarik lagi…?” sambil berdiri dan memperhatikan tubuhnya kemudian menatap Sandy minta penilaian. Terang aja Sandy makin kikuk,”wah aku mau ngomong apa ya bu…? Takutnya nanti di bilang lancang lho… tapi kalo mau jujur…. Ibu cantik banget, seperti masih 30an deh.”

Bu Anna tampaknya senang dengan pujian itu,”hmmm.. kamu ada-ada aja saja… ibu udah 43 lho.. emang Sandy liat dari mananya bisa bilang begitu?”

Sandy jadi cengar cengir,” ….itu penilaian laki-laki lho bu, saya malu bilangin nya.”

Bu Anna kembali duduk mendekat, sekarang malah sangat dekat hampir merapat ke Sandy sambil berkata,” ah.. gak perlu malu…. Bilang aja…”

Nafas Sandy terasa sesak, badan nya terasa panas dingin menghadapi tatapan bu Anna, matanya indah dengan bulu mata yang lentik, sesaat kemudian Sandy mengalihkan pandangan ke arah tubuh bu Anna mencari alasan penilaian tadi, uups baru deh Sandy memperhatikan bahwa bu Anna memakai baju terusan seperti daster tapi dengan lengan yang berupa tali dan diikat simpul di bahunya.

Hmmm .. kulit itu mulus kuning langsat dengan tali baju dan tali bra yang saling bertumpuk di bahu, pandangan Sandy beralih ke bagian depan uupss… terlihat belahan dada yang hmmm… sepertinya buah dada itu lumayan besar. Sentuhan lembut tangan bu Anna di paha Sandy yang masih dibungkus handuk cepat menyadarkan Sandy. Dengan penuh selidik bu Anna bertanya,”lho… kok jadi bengong sie..? apa dong alasannya tadi bilang ibu masih 30an…”

Sandy sedikit tergagap karena merasa ketahuan terlalu lama memandangi tubuh bu Anna,”mmm… eeemm.. ibu benar-benar masih cantik, kulitnya masih kencang… masih sangat menggoda…”

Tidak ada jawaban dari mulut bu Anna, hanya pandangan mata yang kini saling beradu, saling tatap untuk beberapa saat… dan seperti ada magnet yang kuat, wajah bu Anna makin mendekat, dengan bibir yang semakin merekah. Sandy pun seakan terbawa suasana, dan tanpa komando lagi, Sandy menyambut bibir merah bu Anna, desahan nafas mulai terasa berat hhhh…hhhh…ciuman terus bertambah dahsyat, bu Anna menjulurkan lidahnya masuk menerobos ke mulut Sandy, dan dibalas dengan lilitan lidah Sandy sehingga lidah tersebut berpilin-pilin dan kemudian deru nafas semakin berat terasa.

Dengan naluri yang alami, tangan Sandy merambat naik ke bahu bu Anna, dengan sekali tarik, terlepas tali pengikat baju di bahu tersebut dan dengan lembut Sandy meraba bahu bu Anna sampai ke lehernya…. Kemudian turun ke arah dada, dengan remasan lembut Sandy meremas payudara yang masih terbungkus bra itu. “hhhhh…hhhh” nafas bu Anna mulai terasa menggebu, nampaknya gairah birahinya mulai memuncak. Jemari lentik bu Anna tak ketinggalan meraba dan mengelus lembut dada Sandy… melingkari pinggang Sandy, mencari lipatan handuk, hendak membukanya…

Uupps…. Sandy tersentak dan sadar….,”ups…hhh… maaf bu… maaf bu… saya terbawa suasana….” Sandy tertunduk tak berani menatap bu Anna sambil merapikan kembali handuknya, baru kemudian dengan sedikit takut melihat ke arah bu Anna.

Terlihat bu Anna pun agak tersentak, tapi tidak berusaha merapikan pakaiannya, sehingga tubuh bagian atas yang hanya tertutup bra itu dibiarkan terbuka. Pemandangan yang menakjubkan. “napa Zack… kita sudah memulainya… dan kamu sudah membangkitkan kembali gairah ibu yang lama terpendam… kamu harus menyelesaikannya Zack…” tatapan bu Anna terlihat semakin sendu…

“mmm… ibu gak marah..? gimana nanti kalo ada yang lihat bu… bisa gawat dong… pak Sapta juga bisa marah besar bu…” jawab Sandy.

Tanpa menjawab bu Anna bangkit berdiri, namun karena tidak merapikan pakaiannya, otomatis baju terusan yang dipakai jadi melorot jatuh ke lantai. Sandy terpana melihat tubuh indah itu, sedikit berlemak di perut dan bokongnya namun itu malah menambah seksi lekuk tubuh bu Anna. Kemudian dengan tenang bu Anna melangkah ke arah pintu kamar dan menguncinya.

Cerita Sex Dengan Tante Sella Yang Saling Memuaskan


Saat berjalan membelakangi Sandy itu nampak gerakan bokong bu Anna naik turun, dan perasaan Sandy semakin tegang dengan nafsu yang semakin tak tertahankan, demikian juga saat bu Anna berbalik dan melangkah kembali menuju tempat tidur, Sandy tidak melepaskan sedikit pun gerakan bu Anna. Sampai bu Anna berdiri dekat di depan Sandy dan berkata,”kamarnya udah di kunci Zack, dan gak ada yang akan mengganggu….”

Sandy tidak langsung menjawab, menghidupkan tape dengan suara yang agak besar, setidaknya untuk menyamarkan suara yang ada di ruangan. Bu Anna kembali duduk di pinggiran tempat tidur, dan membuka bra yang digunakannya. Sandy mendekat dan duduk di samping bu Anna… hmmm… nampak payudara itu masih montok dan kenyal, ingin Sandy langsung melahap dengan mulut dan menjilatnya.

Bu Anna yang memulai gerakan dengan melingkarkan lengannya ke leher Sandy, menarik wajah dan langsung melumat bibir Sandy dengan nafsu yang membara. Sandy membalas dengan tidak kalah sengit, sambil meladeni serangan bibir dan lidah bu Anna, tangan Sandy meremas payudara montok milik bu Anna. Desahan nafas menderu di seputar ruangan, diselingi alunan musik menambah gairah.

Setelah beberapa saat, bu Anna mendorong lembut badan Sandy, menyudahi pertempuran mulut dan lidah, dengan nafas yang memburu. Sandy mendorong lembut tubuh bu Anna, berbaring terlentang dengan kaki tetap menjuntai di pinggiran tempat tidur. Dada yang penuh dengan gunung kembar itu seakan menantang dengan puting yang telah tegang. Tanpa menunggu lagi Sandy melaksanakan tugasnya menjelajahi gunung kembar itu mulai dari lembah antara, melingkari dan menuju puncak puting.

Dengan gemas Sandy menyedot dan memainkan puting susu itu sambil tangan meremas payudara kembarannya ………………… “HHHH…. AHHH….MMMH….”suara bu Anna mulai kencang terdengar, desahan-desahan nikmat yang semakin menggairahkan. Sandy melanjutkan penjelajahan dengan menyusuri lembah payudara menuju perut dan sebentar memainkan lidah pada udel bu Anna yang menggelinjang kegelian.

Sandy menghentikan penjelajahan lidah, kemudian dengan cekatan menarik celana dalam bu Anna, melepaskan dan membuang ke lantai. Dengan spontan bu Anna mengangkat kaki ke atas tempat tidur dan memuka lebar pahanya, terlihat gundukan vagina dengan rambut-rambut yang tertata rapi. Sandy mulai kembali aksi dengan menjilati menyusuri paha bu Anna yang halus mulus, terus mendekat ke selangkangan menemui bibir vagina yang mulai mengeluarkan cairan senggama.

Tanpa menunggu lama, Sandy menyapu cairan senggama itu dengan lidahnya dan meneruskan penjelajahan lidah sepanjang bibir vagina bu Anna dan sesekali menggetarkan lidah pada klitorisnya yang membuat bu Anna mengerang kenikmatan,”AHHHH…. MMMMH… HHH… Zack….UHH…”desahan birahi yang memuncak dari bu Anna membuat Sandy semakin bersemangat dan sesekali lidah di julurkan mencoba masuk ke liang senggama yang menanti pemenuhan itu.

Setelah beberapa menit Sandy mengeksplorasi liang kewanitaan itu, nampaknya bu Anna tidak sabar lagi menuntut pemenuhan hasrat birahinya,”Zack…. Ayo sayang… masukkin Zack… hhhh…mmmmh.” Suara bu Anna ditingkahi desahan-desahan yang semakin kencang.

Dengan tenang Sandy menyudahi penjelajahan lidah dan bersiap bertempur yang sesungguhnya. Dengan sekali tarik lepaslah handuk yang melilit di pinggang dan bebas mengacung penis dengan bagian kepala yang merah mengkilap. Bu Anna semakin membuka lebar pahanya, besiap menanti pemenuhan terhadap liang wanitanya. Sandy naik ke tempat tidur dan langsung mengarahkan batang penis ke arah vagina bu Anna yang dengan sigap lansung meraih dan meremas batang kemaluan Sandy dan membantu mengarahkannya tepat ke liang vaginanya.

Dengan sekali dorongan penis Sandy amblas sampai setengahnya. Sandy menahan gerakan sebentar menikmati prosesi masuknya penis yang disambut desahan bu Anna,” AHHH….TERUSKAN ZACK….AHHH.” kemudian dengan meresapi masuknya penis sampai sedalam-dalamnya. Setelah dorongan pertama dan batang zakar yang masuk seluruhnya barulah Sandy memompa menaik turunkan pantat dengan irama beraturan seakan mengikuti irama musik yang terasa semakin menggebu dan hot.

Sandy bertumpu pada kedua siku lengan sedangkan bu Anna mencengkam punggung Sandy, meresapi dorongan dan tarikan penis yang bergerak nikmat di liang senggamanya. Suara desahan bercampur aduk dengan alunan musik dan peluh mulai bercucuran di sekujur tubuh,”AH..AH..AH..MMH…MHH…HHHH.” tak hentinya desahan meluncur dari bibir Sandy dan bu Anna.

Sesaat Sandy menghentikan gerakan untuk mencoba mengambil nafas segar, bu Anna memeluk Sandy dan menggulingkan badan tanpa melepas penis yang tetap berada di liang vaginanya. Dengan posisi di atas dan setengah berjongkok, bu Anna memompa dan menaikturunkan pantatnya dengan badan bertumpu pada lengan.

Sesekali bu Anna memutar pantatnya dan kemudian memasukkan batang zakar Sandy lebih dalam. Sandy tak diam saja, tangan meremas kedua payudara yang menggantung bebas dan menarik-narik puting susu bu Anna.

Suasana makin membara dengan peluh yang bercucuran, sampai saat bu Anna seperti tak sanggup melanjutkan pompaan karena birahi yang hendak mencapai puncak pemenuhan. Dengan sigap Sandy membalikkan posisi, bu Anna kembali berada di bawah, dengan mempercepat tempo dorongan Sandy meneruskan pertempuran.

“Zack…AHH..AH..AH..UH…TERUS ZACK…. AHHH…AHH IBU SAMPAI…ZACK….AHHHHHHHHH… MMMMMHHH.” Setelah teriakan tertahan bu Anna mengatup bibirnya menikmati orgasme yang didapat, tubuhnya sedikit bergetar. Sandy merasa vagina yang mengalami orgasme itu berkedut-kedut seperti menyedot zakarnya.

Sandy menikmatinya dengan memutar –mutar pantatnya dan memasukkan lebih dalam lagi batang zakarnya, dan terasa ada dorongan kuat menyelimuti batang zakarnya, semakin besar dan sesaat Sandy kembali mendorong batangnya dengan cepat dan saat terakhir menarik keluar batanga zakarnya dan melepaskan air maninya di atas perut bu Anna…. Yang dengan cepat meraih penis Sandy dan mengocoknya sampai air mani itu berhenti muncrat, dengan lembut bu Anna mengusap penis yang mulai turun ketegangannya. Sandy membaringkan tubuhnya disamping bu Anna. Terdiam untuk beberapa saat.

Bu Anna bangkit duduk meraih kain di pinggiran tempat tidur dan menyeka sisa air mani di perutnya. Kemudian dengan manja membaringkan tubuhnya diatas Sandy. “makasih ya sayang… ini rahasia kita berdua… I love u Zack,” bisik mesra bu Anna di telinga Sandy.

“mmm…baik bu…”belum sempat Sandy menyelesaikan ucapannya, jari telunjuk bu Anna menempel di bibirnya, “kalo lagi berdua gini jangan pangil ibu dong…”ucap bu Anna manja.

“iya sayang….” Balas Sandy, senyum manis merekah di bibir seksi bu Anna.

Setelah itu dengan cepat Sandy dan bu Anna merapikan pakaian, dan sebelum meninggalkan Sandy, bu Anna berbisik mesra,”sayang… tar malem suamiku gak ada di rumah….. aku tunggu di kamar ya… berapa ronde pun dilakoni buat Sandy sayang.”

Sambil berpelukan mesra, Sandy menyanggupi ajakan bu Anna. END



Kumpulan Cerita Dewasa Indonesia, Cerita Seks Terbaru 2017, Koleksi Foto Bugil Terbaru, Cerita Mesum Terbaru Indonesia, Cerita Sex Dewasa, Cerita Bokep 2017, Cerita Dewasa Terbaru, Mesum Dengan Janda, Sex Terbaru Dengan Cewek Berhijab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar